Dari Predator ke Polutan: Membedah Kompleksitas “Rantai Makanan” di Era Modern

·

·

Dari Predator ke Polutan: Membedah Kompleksitas “Rantai Makanan” di Era Modern

Di sekolah dasar, kita diajarkan konsep “Rantai Makanan” dengan diagram panah yang sangat sederhana: Padi dimakan Tikus, Tikus dimakan Ular, Ular dimakan Elang. Narasi ini menanamkan pemahaman bahwa alam bekerja secara linear dan hierarkis.

Namun, ketika memasuki gerbang perguruan tinggi—khususnya dalam studi Ekologi, Biologi Konservasi, atau Teknik Lingkungan—kita menyadari bahwa realitas alam tidak sesederhana garis lurus. Konsep rantai makanan berevolusi menjadi studi tentang aliran energi (termodinamika) dan dampak toksikologi yang rumit. Di tingkat ini, kita tidak hanya belajar siapa memakan siapa, tetapi bagaimana keseimbangan sistem kehidupan di bumi dipertaruhkan.

Baca juga: 15 Game Penghasil Uang Beneran Transfer ke DANA dan Rekening 2026

Perspektif Termodinamika: Mengapa Predator Puncak Itu Sedikit?

Di universitas, diagram panah sederhana itu diterjemahkan ke dalam hukum fisika, khususnya Hukum Termodinamika II. Mahasiswa biologi mempelajari Hukum 10% Lindeman, yang menyatakan bahwa hanya sekitar 10% energi yang diteruskan dari satu tingkatan trofik ke tingkatan di atasnya. Sisanya? Hilang sebagai panas metabolisme.

Inilah sebabnya mengapa populasi harimau (konsumen puncak) tidak akan pernah sebanyak populasi rusa (konsumen primer), dan rumput (produsen) harus melimpah ruah. Pemahaman ini krusial bagi mahasiswa Manajemen Sumber Daya Alam untuk menghitung daya dukung lingkungan (carrying capacity). Kita belajar bahwa alam memiliki batasan energi yang ketat; sebuah ekosistem tidak bisa menopang eksploitasi berlebihan tanpa mengalami kolaps.

Dari Rantai ke Jaring: Stabilitas vs Kerapuhan

Ilmu pengetahuan modern lebih suka menggunakan istilah Jaring-Jaring Makanan (Food Web) daripada rantai makanan. Mengapa? Karena di alam, satu spesies tidak hanya memakan satu jenis makanan. Kompleksitas ini justru adalah kunci stabilitas.

Mahasiswa diajak memahami konsep Trophic Cascade (Runtun Trofik). Apa yang terjadi jika kita menghapus hiu dari lautan? Bukan hanya ikan kecil yang bertambah banyak, tetapi alga bisa habis dimakan ikan kecil tersebut, yang akhirnya mematikan terumbu karang karena kehilangan oksigen. Menghilangkan satu “mata rantai” bisa memicu efek domino yang menghancurkan seluruh sistem. Ini mengajarkan kita tentang Systems Thinking—bahwa intervensi manusia di satu titik (misalnya penggunaan pestisida) dapat memiliki dampak tak terduga di titik lain yang jauh.

See also  Asyiknya Belajar Lingkungan Sekitar: Latihan Soal Tema 8 Kelas 3 SD Subtema 2

Bahaya Tersembunyi: Bioakumulasi dan Biomagnifikasi

Salah satu aplikasi paling kritis dari konsep rantai makanan di tingkat universitas adalah dalam bidang Kesehatan Masyarakat dan Toksikologi, yaitu fenomena Biomagnifikasi.

Shutterstock

Rantai makanan tidak hanya memindahkan energi, tetapi juga memindahkan racun. Logam berat seperti merkuri atau mikroplastik yang dibuang ke laut akan diserap oleh plankton dalam jumlah kecil. Plankton dimakan ikan kecil, racunnya tidak hilang tapi terakumulasi. Ikan kecil dimakan ikan besar, konsentrasi racunnya berlipat ganda.

Puncaknya? Manusia. Sebagai predator puncak yang memakan ikan tuna (predator besar), manusia menerima dosis racun tertinggi dari seluruh proses rantai makanan tersebut. Materi yang terdengar lugu di SD ini berubah menjadi peringatan keras tentang polusi industri dan kesehatan manusia. Apa yang kita buang ke alam, akhirnya akan kembali ke piring makan kita sendiri.

Kesimpulan

Mempelajari rantai makanan di tingkat lanjut adalah mempelajari kerendahan hati. Kita disadarkan bahwa manusia bukanlah “penguasa” yang terpisah dari alam, melainkan bagian integral dari jaring kehidupan yang rapuh.

Bagi sivitas akademika, tantangannya adalah bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan untuk menjaga mata rantai ini tetap utuh. Karena jika rantai itu putus, kita yang berada di puncaknya adalah pihak yang akan jatuh paling keras.

Sumber : https://bungkuselatan.id/



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *